Arif Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Kejadian Di Sulut




Muhammad Arif, Wakil Ketua II DPRD Kotabaru mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi atas informasi yang beredar di media sosial baru-baru ini, terkait kasus pengrusakan tempat ibadah umat Islam di perumahan Agepe, Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara yang dilakukan sekelompok orang.

Imbauan itu disampaikan Muhammad Arif saat menghadiri pernyataan sikap bersama FKUB (forum kerukunan umat beragama) Kotabaru atas kejadian tersebut.

Pernyataan sikap bersama ini diucapkan di halaman Mapolres Kotabaru, Minggu (2/2/2020).

Sejumlah pemuka agama; lintas agama nampak hadir dalam pernyataan sikap bersama ini.

“Kita harus menjaga kerukunan umat beragama.
Insya Allah di Kotabaru tidak terjadi apa-apa,”kata Arif.

Selain DPRD, kata Arif, semua FKUB juga akan mengimbau umatnya masing-masing agar jangan terprovokasi atas kejadian tersebut.

Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin, SIK melalui Waka Polres Kotabaru, Kompol Doli Martua Tanjung, SIK, mengatakan polres menjalankan regulasi baik kepada aparat dan masyarakat.

“Polres kotabaru mengantisipasi. Peran kita jalankan yaitu memberikan masukan dan solusi kepada FKUB agar kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik.
Polres Kotabaru memberikan keseluruhan, artinya merangkul semua pihak,”katanya.

Berikut pernyataan tertulis FKUB Kotabaru :

1.)    Menyatakan penyesalah dan rasa sedih yang sedalam-dalamnya atas terjadi pengrusakan tempat ibadah umat Islam tersebut, apalagi dilakukan dengan cara kekerasan oleh sekelompok orang, tidak menempuh mekanisme demokrasi, misalnya apabila dianggap melanggar ketentuan  hukum atau kebijakan, menyampaikannya kepada aparat yang berwenang untuk mengambil tindakan, sehingga tindakan yang dilakukan lebih terukur dan didasari peraturan hukum, serta dilaksanakan oleh yang lebih berwenang;


2.)    Menyatakan penyesalan, karena tidak mengedepankan dialog, musyawarah, sebagai cara yang paling baik dalam menyelesaikan masalah hubungan antar umat beragama. Cara kekerasan yang ditempuh, hanya akan menyulut kekerasan lainnya dan berpotensi konflik horisontal antar umat beragama;


3.)    Pemerintah daerah setempat, harus secepatnya melakukan koordinasi, menangani secara adil dan proporsional. Memberi klarifikasi, penjelasan, perkembangan penanganan laporan secara cepat, agar dapat menjawab berbagai pemberitaan di media sosial dan lain sebagainya, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena masalah ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan atas konflik antar umat beragama di masyarakat;


4.)    Mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, agar tidak mudah termakan provokasi, karena dapat merusak kedamaian, ketentraman, serta hubungan antar umat beragama yang sudah sangat harmonis di Kabupaten Kotabaru

(IHa)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Arif Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Kejadian Di Sulut"

Posting Komentar