PT ITP Tarjun Bantu PMT untuk Balita Stunting dan Ibu Hamil Risiko Stunting

(Foto: Humas PT ITP Tarjun)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun memberikan bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk balita stunting dan ibu hamil risiko stunting.



Bantuan 38 PMT dengan rincian, 19 balita stunting dan 19 ibu hamil risiko stunting yang ada di 9 desa binaan (mitra ITP) ini diserahkan di Club House Indocement Tarjun, pada Rabu, 26 Juli 2023.


Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kotabaru, Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar, (istri) Sekda, Plt Camat Kelumpang Hilir, Ketua PKK Kecamatan Kelumpang Hilir, Puskesmas Kelumpang Hilir & Hulu,  Menajemen PT ITP, IMI, SP ITP dan seluruh perwakilan kader posyandu di 9 desa binaan (mitra PT ITP Tarjun)

Tak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan HUT ITP ini melalui program CSR indocement digelar pelatihan PMT berbahan pangan lokal  yang diikuti sebanyak 30 peserta kader posyandu 9 desa binaan yang langsung diberikan oleh instruktur dari tim gizi dari Puskesmas Kelumpang Hilir serta chef dari indocement.

Pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada balita gizi kurang dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK). PMT tersebut perlu disertai dengan edukasi gizi dan kesehatan untuk perubahan perilau misalnya dengan dukunan pemberian ASI, edukasi dan konseling pemberian makan, hygiene sanitasi untuk ibu, pengasu dan keluarga.

Kegiatan PMT berbahan pangan lokal diharapkan dapat mendorong kemandirian keluarga dalam penyediaan makanan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.

Hj. Fatma Idiana menyampaikan, dalam rangka upaya percepatan dan pencegahan stunting, pemerintah saat ini harus berupaya untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting sebesar maksimal 14% pada tahun 2024 mendatang. 

Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Salah satunya intervensi gizi spesifik adalah menyediakan PMT berbahan dasar lokal. 

"Sehingga pelatihan hari Ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan ulang tahun PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) yang ke-48, adalah salah satu cara yang tepat untuk membantu kader posyandu dalam mendapatkan pengetahuan tentang cara pembuatan dan kreasi tentang makanan tambahan serta memberikan motivasi dan inisiatif bagi ibu untuk membuat dan mengkreasikan makanan untuk anak, sehingga kemauan anak untuk makan jadi meningkat dan di samping itu kebutuhan gizi seimbang anak dapat terpenuhi," katanya.

Plt Camat Kelumpang Hilir dan Kelumpang Hulu, Saiful Rakhman berharap ini menjadi program yang berkelanjutan, yang mana dengan adanya progam seperti ini yang diadakan oleh PT.ITP diharapkan juga bisa menekan angka stunting khususnya di wilayah Kabupaten Kotabaru sesuai pesan Bupati Kotabaru. 

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Plant 12 Tarjun, Agus Fahri Rasad melalui SHCSR Department Head Indocement Plant Tarjun, M. Syaifuddin menyampaikan, dalam rangkaian kegiatan HUT ITP ke 48 ini melalui program Indocement Baik, ini adalah bentuk kepedulian perusahaan dalam upaya mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting khususnya di wilayah Kotabaru. Yang mana bantuan ini juga merupakan hasil donasi dari karyawan Indocement Tarjun yang diberikan dalam bentuk paket gizi untuk balita stunting & ibu hamil risiko stunting. 

Kegiatan ini juga sejalan dengan program SDG’s nomor 3, pilar kesehatan yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang pada anak balita, usia masuk sekolah baik pada laki- laki dan perempuan. Masalah gizi pada usia sekolah dapat menyebabkan rendahnya kualitas tingkat pendidikan, tingginya angka absensi dan tingginya angka putus sekolah.

Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu lama.

Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. 

Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari ,Hal tersebut membuat stunting menjadi salah satu fokus pada target perbaikan gizi di dunia sampai tahun 2025.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PT ITP Tarjun Bantu PMT untuk Balita Stunting dan Ibu Hamil Risiko Stunting"

Posting Komentar